Pelajaran dibulan romadlon

Kalender Hijriah terdiri dari dua belas bulan yang dihitung berdasarkan peredaran bulan diantaranya muharom, sofar, robiulawal, robiulakhir, jumadilawal, jumadilakhir, rajab, syakban, romadlon, syawal, zulkaidah, zulhijah dan bulan romadlon terletak diurutan kesembilan.

Berbicara masalah romadlon ada beberapa hal yang unik kalau kita amati. Saya mengutip kultum yang disampaikan oleh Bp. Abdusakir beliau adalah dosen matematika UIN Malang, dalam ceramahnya mengatakan bahwa bulan romadlon itu bulan yang kesembilan dari kalender hijriah dimana dalam matematika angka sembilan menunjukkan bilangan prima yang berarti supaya kita menjadi orang yang prima dimana setelah menjalankan puasa dibulan romadlon memperoleh ketakwaan, karena orang yang bertakwa selalu berpikir positif dan memperbaiki kesalahan.

Orang yang bertakwa kalau dalam matematika digambarkan dengan positif  yang mana bilangan positif dikalikan positif akan menghasilkan bilangan positif yang berarti dibulan romadlon supaya selalu berbuat hal-hal yang positif. Sedangkan orang yang bertakwa selalu memperbaiki kesalahan, kalau digambarkan dalam matematika bahwa bilangan negatif dikalikan bilangan negatif akan menghasilkan bilangan positif.

Dan dalam bilangan matematika bahwa setelah angka sembilan adalah kembali ke nol dan bukan yang lain yang artinya bahwa setelah kita menjalankan puasa supaya kita memperoleh ketakwaan dan kembali kepada fitrah seperti bayi yang baru dilahirkan atau kertas yang putih yang belum terisi apa-apa.

Setelah saya renungi ada benarnya juga ternyata, maka marilah kita semua senantiasa berbuat hal-hal yang positif dibulan romadlon yang penuh berkah dan ampunan ini